Definisi
Insentif karyawan adalah bentuk tidak langsung dari total kompensasi; insentif-insentif tersebut termasuk membayar waktu kesibukan kerja, asuransi, perlindungan kesehatan, pelayanan karyawan dan pendapatan pensiunan.
Sejauh ini kita telah membahas keputusan-keputusan termasuk kompensasi tunai atau langsung, persaingan-persaingan eksternal (level-level pembayaran), hirarki-hirarki internal (struktur pembayaran), pembauran relatif (bentuk-bentuk pembayaran), dan pembayaran karyawan itu sendiri. Bab ini membahas keputusan-keputusan dasar para manajer yang dibuat pada perancangan dan administrasi program-program insentif. Kami mempertimbangkan kondisi-kondisi tersebut yang mempengaruhi keputusan-keputusan insentif, membahas tujuan-tujuan para manajer yang mencoba untuk memenuhi insentif pegawai, menguji bentuk-bentuk pilihan insentif yang diambil, dan kemudian menyoroti apakah diketahui sebesar apakah pengaruh-pengaruhnya.
Perekrutan dan Pencarian Kerja Individu
Aktivitas perekrutan mengidentifikasi dan menarik sekelompok kandidat untuk perubahan-perubahan statis kerja, yang dari mereka kemudian diseleksi beberapa untuk mendapatkan penawaran kerj.
Perekrutan mencakup keputusan-keputusan tentang pemilih (1) metode komunikasi, (2) perekrut, (3) pesan perekrutan, dan (4) kualifikasi pelamar yang diperlukan. Jadi jelas, perekrutan terjadi ketika para pemberi kerja mencari kandidat-kandidat di luar organisasi (perekrutan eksternal) dan di dalam organisasi (perekrutan internal). Bab ini berfokus pada perekrutan eksternal.
Perekrutan mencakup keputusan-keputusan tentang pemilih (1) metode komunikasi, (2) perekrut, (3) pesan perekrutan, dan (4) kualifikasi pelamar yang diperlukan. Jadi jelas, perekrutan terjadi ketika para pemberi kerja mencari kandidat-kandidat di luar organisasi (perekrutan eksternal) dan di dalam organisasi (perekrutan internal). Bab ini berfokus pada perekrutan eksternal.
Etika Berlandaskan Sains dan Etika Tradisional
Dalam sebuah etika perkembangan lingkungan, apakah nilai-nilai yang berlandaskan sains menempati sebuah posisi istimewa sebagai kriteria yang dijadikan dasar penguji bagi nilai-nilai kultural tradisional? Karena nilai-nilai yang berlandaskan sains bersifat plural, dan nilai-nilai tradisional bahkan lebih-lebih lagi, maka tidak ada jawaban sederhana untuk pertanyaan di atas.
Konflik: nilai-nilai tradisional yang ditantang oleh nilai-nilai berlandaskan sains
Pada kondisi yang ekstrim, nilai-nilai berbasis sains berbenturan dengan nilai-nilai yang dinyatakan dalam dongeng-dongeng. Sebagai contoh, tanaman Ginseng, Panax quinquefolius, banyak dicari dengan keyakinan bahwa akarnya dapat memperlama kejantanan pria dan vitalitas. Para orientalis sebelumnya telah memberantas ginseng Asia ini ketika pendeta Jesuit di Canada di awal 1700an menemukan tanaman Amerika tersebut. Banyak yang dikirim ke Asia, dan ginseng menjadi tanaman yang dielu-elukan. Sekarang setelah hampir punah, ginseng dijual di dekade terakhir dengan harga sekitar US$70 per pon akar. Bukti yang ada dari penelitian ilmiah menunjukkan bahwa bubuk akar yang diyakini berkhasiat medis hanya ada dalam cerita-cerita dongeng.
Konflik: nilai-nilai tradisional yang ditantang oleh nilai-nilai berlandaskan sains
Pada kondisi yang ekstrim, nilai-nilai berbasis sains berbenturan dengan nilai-nilai yang dinyatakan dalam dongeng-dongeng. Sebagai contoh, tanaman Ginseng, Panax quinquefolius, banyak dicari dengan keyakinan bahwa akarnya dapat memperlama kejantanan pria dan vitalitas. Para orientalis sebelumnya telah memberantas ginseng Asia ini ketika pendeta Jesuit di Canada di awal 1700an menemukan tanaman Amerika tersebut. Banyak yang dikirim ke Asia, dan ginseng menjadi tanaman yang dielu-elukan. Sekarang setelah hampir punah, ginseng dijual di dekade terakhir dengan harga sekitar US$70 per pon akar. Bukti yang ada dari penelitian ilmiah menunjukkan bahwa bubuk akar yang diyakini berkhasiat medis hanya ada dalam cerita-cerita dongeng.
Kepempimpinan dan iklim organisasi
Pendahuluan
Gaya kepemimpinan dan iklim organisasi adalah dua dari konsep manajemen yang paling banyak digunakan, diperdebatkan, dan diteliti. Kepemimpinan dan iklim organisasi adalah isu penting yang harus dipertimbangkan ketika anda akan merancang sebuah organisasi. Gaya kepemimpinan perusahaan dan iklim organisasi adalah dua sisi dari bagaimana orang-orang dalam organisasi berpikir dan bertindak. Gaya kepemimpinan adalah cara utama yang digunakan oleh manajemen teratas untuk mengatur para karyawannya. Ini merupakan manajemen teratas, yakni individu atau sekelompok orang pada tinkgatan yang lebih tinggi. Iklim organisasi adalah lingkungan internal atau atmosfir kerja yang dialami oleh para karyawan organisasi. Iklim organisasi untuk unit analisis anda bisa konsisten atau tidak konsisten dengan iklim organisasi yang lebih luas.
Gaya kepemimpinan dan iklim organisasi adalah dua dari konsep manajemen yang paling banyak digunakan, diperdebatkan, dan diteliti. Kepemimpinan dan iklim organisasi adalah isu penting yang harus dipertimbangkan ketika anda akan merancang sebuah organisasi. Gaya kepemimpinan perusahaan dan iklim organisasi adalah dua sisi dari bagaimana orang-orang dalam organisasi berpikir dan bertindak. Gaya kepemimpinan adalah cara utama yang digunakan oleh manajemen teratas untuk mengatur para karyawannya. Ini merupakan manajemen teratas, yakni individu atau sekelompok orang pada tinkgatan yang lebih tinggi. Iklim organisasi adalah lingkungan internal atau atmosfir kerja yang dialami oleh para karyawan organisasi. Iklim organisasi untuk unit analisis anda bisa konsisten atau tidak konsisten dengan iklim organisasi yang lebih luas.
Konfigurasi dan kompleksitas perusahaan
Pendahuluan
Pemilihan konfigurasi perusahaan – yang terkadang disebut struktur atau arsitektur perusahaan – merupakan keputusan yang sangat penting bagi para eksekutif. Tahap selanjutnya dalam pendekatan setahap-demi-setahap adalah memilih konfigurasi dan memutuskan kompleksitas organisasional yang akan memungkinkan perusahaan anda untuk berkinerja baik dalam mencapai tujuan-tujuannya. Pemilihan konfigurasi yang buruk mengarah pada hilangnya peluang yang bisa mengancam efisiensi dan efektifitas jangka-pendek organisasi serta eksistensi jangka panjangnya.
Pemilihan konfigurasi perusahaan – yang terkadang disebut struktur atau arsitektur perusahaan – merupakan keputusan yang sangat penting bagi para eksekutif. Tahap selanjutnya dalam pendekatan setahap-demi-setahap adalah memilih konfigurasi dan memutuskan kompleksitas organisasional yang akan memungkinkan perusahaan anda untuk berkinerja baik dalam mencapai tujuan-tujuannya. Pemilihan konfigurasi yang buruk mengarah pada hilangnya peluang yang bisa mengancam efisiensi dan efektifitas jangka-pendek organisasi serta eksistensi jangka panjangnya.
Penilaian Kinerja
Pendahuluan
Penilaian berbasis kinerja bukan merupakan konsep baru. Anda mungkin sudah pernah menjalani penilaian berbasis kinerja pada suatu waktu. Mungkin penilaian jenis ini yang paling pertama anda jalani adalah di masa anak-anak ketika anda dinilai untuk tingkatan lanjutan dari sebuah aktivitas olahraga atau musik. Atau mungkin pengalaman pertama anda adalah ketika kemampuan anda dinilai untuk mengemudikan sebuah mobil. Pada masing-masing penilaian ini anda harus menunjukkan kepada penguji dan diamati melakukan tugas yang diberikan. Tidak akan pernah terjadi ada orang yang ingin menguji keahlian hanya dengan menggunakan ujian tertulis.
Penilaian berbasis kinerja bukan merupakan konsep baru. Anda mungkin sudah pernah menjalani penilaian berbasis kinerja pada suatu waktu. Mungkin penilaian jenis ini yang paling pertama anda jalani adalah di masa anak-anak ketika anda dinilai untuk tingkatan lanjutan dari sebuah aktivitas olahraga atau musik. Atau mungkin pengalaman pertama anda adalah ketika kemampuan anda dinilai untuk mengemudikan sebuah mobil. Pada masing-masing penilaian ini anda harus menunjukkan kepada penguji dan diamati melakukan tugas yang diberikan. Tidak akan pernah terjadi ada orang yang ingin menguji keahlian hanya dengan menggunakan ujian tertulis.
Contoh-Contoh Kasus Manajemen
Kasus I:
Denny's dan Pelayanan Pelanggan
Di pagi hari tanggal 1 April 1993, sebanyak 21 anggota Pelayanan Rahasia Amerika Serikat tiba di Annapolis, Maryland, untuk mempersiapkan acara pidato presiden Bill Clinton di Akademi Perkapalan Amerika Serikat esok harinya. Sebelum memasang perangkat-perangkat keamanan di akademi itu, rombongan tersebut, yang berseragam lengkap, pergi ke sebuah restoran Denny setempat untuk sarapan. Rombongan ini terdiri dari enam agen keturunan Afrika yang duduk bersama di satu meja, dan seorang supervisor keturunan Afrika yang duduk di meja lainnya bersama agen-agen kulit putih. Setelah semua agen memesan makanan, keenam agen kulit hitam tersebut menyadari bahwa agen-agen kulit putih dan supervisornya telah dilayani sedangkan mereka tidak. Agen Robin Thompson pergi menanyai pelayan tentang pesanan tersebut, dan pelayan mengatakan sedang dipersiapkan. Robin kemudian meminta untuk berbicara dengan manajer restoran lewat telpon. (Agen-agen kulit putih yang duduk di meja-meja lainnya selanjutnya melaporkan bahwa pelayan memberikan pandangan sinis setelah meninggalkan meja agen-agen kulit hitam). Setelah menunggu sejam, agen-agen kulit hitam berdiri untuk segera pergi, lalu berkata apakah mereka ditawarkan satu porsi makanan saja. Mereka menolak makanan tersebut karena tidak ada waktu untuk menyantapnya. “Kami harus pergi ke Roy Rogers (sebuah restoran cepat-saji setempat) dan makan di mobil,” kata salah seorang agen kulit hitam.
Denny's dan Pelayanan Pelanggan
Di pagi hari tanggal 1 April 1993, sebanyak 21 anggota Pelayanan Rahasia Amerika Serikat tiba di Annapolis, Maryland, untuk mempersiapkan acara pidato presiden Bill Clinton di Akademi Perkapalan Amerika Serikat esok harinya. Sebelum memasang perangkat-perangkat keamanan di akademi itu, rombongan tersebut, yang berseragam lengkap, pergi ke sebuah restoran Denny setempat untuk sarapan. Rombongan ini terdiri dari enam agen keturunan Afrika yang duduk bersama di satu meja, dan seorang supervisor keturunan Afrika yang duduk di meja lainnya bersama agen-agen kulit putih. Setelah semua agen memesan makanan, keenam agen kulit hitam tersebut menyadari bahwa agen-agen kulit putih dan supervisornya telah dilayani sedangkan mereka tidak. Agen Robin Thompson pergi menanyai pelayan tentang pesanan tersebut, dan pelayan mengatakan sedang dipersiapkan. Robin kemudian meminta untuk berbicara dengan manajer restoran lewat telpon. (Agen-agen kulit putih yang duduk di meja-meja lainnya selanjutnya melaporkan bahwa pelayan memberikan pandangan sinis setelah meninggalkan meja agen-agen kulit hitam). Setelah menunggu sejam, agen-agen kulit hitam berdiri untuk segera pergi, lalu berkata apakah mereka ditawarkan satu porsi makanan saja. Mereka menolak makanan tersebut karena tidak ada waktu untuk menyantapnya. “Kami harus pergi ke Roy Rogers (sebuah restoran cepat-saji setempat) dan makan di mobil,” kata salah seorang agen kulit hitam.