Konfigurasi dan kompleksitas perusahaan

Pendahuluan
   
Pemilihan konfigurasi perusahaan – yang terkadang disebut struktur atau arsitektur perusahaan – merupakan keputusan yang sangat penting bagi para eksekutif. Tahap selanjutnya dalam pendekatan setahap-demi-setahap adalah memilih konfigurasi dan memutuskan kompleksitas organisasional yang akan memungkinkan perusahaan anda untuk berkinerja baik dalam mencapai tujuan-tujuannya. Pemilihan konfigurasi yang buruk mengarah pada hilangnya peluang yang bisa mengancam efisiensi dan efektifitas jangka-pendek organisasi serta eksistensi jangka panjangnya.

Penilaian Kinerja

Pendahuluan
   
Penilaian berbasis kinerja bukan merupakan konsep baru. Anda mungkin sudah pernah menjalani penilaian berbasis kinerja pada suatu waktu. Mungkin penilaian jenis ini yang paling pertama anda jalani adalah di masa anak-anak ketika anda dinilai untuk tingkatan lanjutan dari sebuah aktivitas olahraga atau musik. Atau mungkin pengalaman pertama anda adalah ketika kemampuan anda dinilai untuk mengemudikan sebuah mobil. Pada masing-masing penilaian ini anda harus menunjukkan kepada penguji dan diamati melakukan tugas yang diberikan. Tidak akan pernah terjadi ada orang yang ingin menguji keahlian hanya dengan menggunakan ujian tertulis.

Contoh-Contoh Kasus Manajemen

Kasus I:
Denny's dan Pelayanan Pelanggan

Di pagi hari tanggal 1 April 1993, sebanyak 21 anggota Pelayanan Rahasia Amerika Serikat tiba di Annapolis, Maryland, untuk mempersiapkan acara pidato presiden Bill Clinton di Akademi Perkapalan Amerika Serikat esok harinya. Sebelum memasang perangkat-perangkat keamanan di akademi itu, rombongan tersebut, yang berseragam lengkap, pergi ke sebuah restoran Denny setempat untuk sarapan. Rombongan ini terdiri dari enam agen keturunan Afrika yang duduk bersama di satu meja, dan seorang supervisor keturunan Afrika yang duduk di meja lainnya bersama agen-agen kulit putih. Setelah semua agen memesan makanan, keenam agen kulit hitam tersebut menyadari bahwa agen-agen kulit putih dan supervisornya telah dilayani sedangkan mereka tidak. Agen Robin Thompson pergi menanyai pelayan tentang pesanan tersebut, dan pelayan mengatakan sedang dipersiapkan. Robin kemudian meminta untuk berbicara dengan manajer restoran lewat telpon. (Agen-agen kulit putih yang duduk di meja-meja lainnya selanjutnya melaporkan bahwa pelayan memberikan pandangan sinis setelah meninggalkan meja agen-agen kulit hitam). Setelah menunggu sejam, agen-agen kulit hitam berdiri untuk segera pergi, lalu berkata apakah mereka ditawarkan satu porsi makanan saja. Mereka menolak makanan tersebut karena tidak ada waktu untuk menyantapnya. “Kami harus pergi ke Roy Rogers (sebuah restoran cepat-saji setempat) dan makan di mobil,” kata salah seorang agen kulit hitam.
   

LIABILITAS HUKUM DAN MANAJEMEN ASURANSI

Menurut kamus hukum Bouvier, liabilitas adalah “tanggungjawab, keadaan dari seseorang yang terikat dengan hukum dan keadilan untuk melakukan sesuatu yang mungkin dipaksakan melalui tindakan.” Defenisi yang lain : “liabilitas adalah kondisi perkara yang memberikan reaksi untuk sebuah kewajiban untuk melakukan sebuah hal khusus yang dipaksakan melalui tindakan pengadilan.”

Pimpinan dalam pendidikan jasmani dan atletik seharusnya mengetahui seberapa jauh mereka dapat memahami berbagai aspek dari program kerja mereka dan tindakan pencegahan apa yang perlu agar tidak terperangkap hukum ketika terjadi kecelakaan. Fakta bahwa sekitar 67% dari semua kecelakaan yurisdiksi sekolah yang melibatkan anak laki-laki dan 59%  melibatkan anak wanita yang terjadi pada program pendidikan jasmani dan rekareasi, memiliki implikasi untuk bagian yang khusus ini.

Prinsip-prinsip administratif untuk pelatihan atletik dan pelayanan kesehatan

Pelatihan atletik dan pelayanan kesehatan berkaitan dengan kesehatan semua siswa, atlet, dan staf. Perawatan atlet merupakan sebuah bagian penting dari setiap program pelayanan kesehatan, khususnya dalam hal pencegahan cedera dan perawatannya. Jika pelayanan kesehatan tidak memadai, kesehatan dan keamanan siswa, atlet dan staf akan terancam.

KESEHATAN ATLET
   
Pelayanan kesehatan untuk atlet melibatkan perhatian medis yang terus menerus, kebijakan dan prosedur yang baik, dan ketersediaan personil yang berkualifikasi. Hubungan kerja yang dekat harus ada diantara pelatih, manajer, direktur atletik, pengurus, dan representatif masyarakat medis untuk secara memadai melindungi atlet dari cedera dan bahaya. Material-material yang dipilih sehubungan dengan pelayanan kesehatan untuk atlet juga dibahas.

Program-program rekreasi, lingkungan, dan berkemah sekolah dan komunitas

Pendidikan fisik memiliki hubungan dekat dengan program rekreasi, lingkungan dan berkemah sekolah dan komunitas. Beberapa institusi pendidikan memasukkan program-program ini dalam penawaran pendidikan jasmani mereka. Guru olahraga mengajar dalam program-program ini.

REKREASI
   
Rekreasi melibatkan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat dan berterima secara sosial dimana seorang secara sukarela berpartisipasi selama masa-masa luang dan melalui mana dia memiliki peluang untuk mengembangkan fisik, mental, emosi dan sosial.

Program atletik antar-sekolah, antar-kampus dan program atletik yang terorganisir lainnya

Program-program atletik antar-sekolah dan antar-kampus dan program-program atletik yang sangat terorganisir lainnya merupakan bagian menyeluruh dari program pendidikan jasmani secara keseluruhan. Program-program ini harus dikembangkan dari program-program atletik intra-kampus dan ekstra-kampus.
   
Atletik harus menjadi inti dari pendidikan jasmani dan harus membantu mencapai tujuan-tujuan yang akan memperkaya hidup bagi mereka semua yang berpartisipasi. Program atletik atar-sekolah dirancang untuk individu-individu yang memiliki keahlian tinggi dalam olahraga. Ini merupakan salah satu yang paling menarik dan mendapatkan lebih banyak dukungan dibanding fase-fase pendidikan jasmani lainnya.